Home » Mobil Ambulance Pembawa Pasien Tak Bisa Isi BBM Oleh SPBU Sejumlah Driver Geruduk SPBU 44.594.17 Kalitekuk

Mobil Ambulance Pembawa Pasien Tak Bisa Isi BBM Oleh SPBU Sejumlah Driver Geruduk SPBU 44.594.17 Kalitekuk

JEPARA – Berawal dari mobil Ambulance yang membawa pasien hendak ke solo di persulit untuk melakukan pembelian BBM petralite di SPBU 44.594.17 Kalitekuk dengan alasan tidak bisa menunjukan barcode padahal plat nomor kendaraan sudah terdaftar dan hanya bisa mengisi 100rb saja. kejadian terjadi pada hari Senin, 08/01/2024. Pukul. 03.13 WIB

Akhirnya Sejumlah Driver Ambulance yang tergabung di Paguyuban Ambulance Jepara mendatangi SPBU tersebut guna mengklarifikasi (audiensi) terkait masalah yang terjadi.

Manajemen SPBU 44.594.17 Kalitekuk Desa Langon Kecamatan Tahunan Kabupaten Jepara Jawa Tengah, menyebut sudah menjalankan prosedur dalam melayani pembeli Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU setempat.

Hadir pada acara audiensi tabayun tersebut Abdul Rosyid Ketua Paguyuban Ambulan Jepara, Ardy Ketua Paguyuban SPBU Jepara, H Nur Khamid dari Komisi B DPRD Kabupaten Jepara, Alba Relawan Jepara, Taufiq Bhabinkamtibmas Desa Langon Tahunan Jepara, Selasa (9/1/2024) pukul 16.30 WIB – 17.45 WIB.

Ridho selaku penanggung jawab SPBU tidak lupa menyampaikan permohonan maaf atas kesalahfahaman yang sempat terjadi antara operator SPBU dengan Ricky Driver Ambulan yang membawa pasien Senin (8/1/2024) yang lalu.

“Saya mohon maaf atas kejadian ini dan kami akan bantu teman teman yang belom mempunyai barcode supaya hal yang sama tidak terulang lagi,” ujar Ridho

Abdul Rasyid mewakili Paguyuban Driver Ambulance Jepara dalam membuka audiensi tabayun tersebut mengatakan, “Kami minta pada penanggungjawab SPBU dan ketua paguyuban SPBU se-Kabupaten Jepara untuk memprioritaskan Ambulance sesuai Undang Undang yang berlaku,” kata Abdul Rosyid.

Alba mewakili teman teman Relawan Jepara dalam kesempatan tersebut menyampaikan, “Untuk kemanusiaan tolong jangan bicara aturan tetapi kita menggunakan hati nurani.

Karena ketika ambulan membeli BBM bisa jadi ambulan kita sedang menjemput pasien apalagi yang sedang membawa pasien, ini menyangkut nyawa seseorang yang harus kita selamatkan, mohon kami yang membawa Ambulance diprioritaskan dalam membeli BBM,” tambah Alba

Ditempat yang sama, Nur Khamid selaku anggota Komisi B DPRD Kabupaten Jepara mengatakan, “Kalau bicara kewenangan barangkali kewajiban kita tidak sampai kesitu, maka saya bicara kewajiban.

Hikmah yang terjadi kali ini sebenarnya juga kesalahan kami sebagai salah satu representasi masyarakat kenapa dari sekian banyak ambulan yang ada tidak diakomodir dalam penganggaran yang ada, tetapi pada kenyataannya tidak,”ucap Nur khamid

Ia juga menambahkan, “Maka dalam hal ini saya mohon kepada mas Ardy selaku ketua paguyuban SPBU Jepara, supaya ada keseragaman SOP bersama dimasing-masing SPBU

Kami selaku wakil rakyat juga akan coba nanti memfasilitasi tetapi tetap mengikuti ketentuan yang ada sehingga ada solusi leg spesialis untuk ambulan,” imbuhnya

Ardy selaku Ketua Paguyuban SPBU se-Kabupaten Jepara menanggapi permasalahan tersebut dan berjanji akan segera menginstruksikan kepada seluruh SPBU di Jepara untuk memprioritaskan ambulan termasuk pembelian dalam jumlah BBM dan juga antrian di setiap SPBU.

Acara di akhiri dengan sesi Foto bersama sebagai tanda masalah sudah terselesaikan,

Kontributor : Yos/jpr
Editor : Firman
COPYRIGHT © mediaperss 2024

Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *