Home » Penggelapan Bantuan Hewan Ternak Sapi

Penggelapan Bantuan Hewan Ternak Sapi

Lampung Selatan – mediaperss.com – Ada sebuah pribahasa yang berbunyi “ Sepandai-pandai Tupai Melompat Pasti dia akan Jatuh Jua” Pribahasa ini pantas disematkan pada seseorang yang bernama Mulyono (48) bagaimana tidak dia yang ditunjuk dan dipercaya oleh warga Dusun 6 Umbul Sukiyar RT 1 RW 6 Desa Sidorejo, Kecamatan Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan sebagai Ketua Kelompok Tani (Poktan) Tunas Harapan II. Amanah yang di berikan terhadap Mulyono ternyata dimanfaatkan untuk melakukan Penipuan dan Korupsi guna kepentingan pribadinya.

Mulyono diduga melakukan Penggelapan Bantuan Hewan ternak berjenis Sapi Putih sebanyak 15 ekor yang dikucurkan Oleh pihak Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnak-Keswan) Provinsi Lampung.
Dari berbagai Informasi yang berhasil dihimpun, pada saat itu di tahun 2012 silam, Disnak-Keswan Provinsi Lampung menggulirkan bantuan Hibah sebanyak 15 ekor sapi kepada Poktan Tunas Harapan II tepatnya Di dusun 6 Umbul Sukiyar RT 1 RW 6 , desa Sidorejo Kecamatan Sidomulyo Kabupaten Lampung Selatan Provinsi Lampung.
Bantuan hibah berupa hewan ternak yang bersumber melalui APBD Provinsi Lampung itu bertujuan untuk mensejahterakan perekonomian warga masyarakat setempat.

Namun sayangnya, bantuan puluhan ekor sapi tersebut dikelola perseorangan oleh Ketua Poktan Tunas Harapan II dengan tidak membagikan kepada anggota Poktan tersebut.

Lebih parah lagi saat diadakan surpei kelokasi saat itu oleh pihak Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnak-Keswan) Provinsi Lampung, salah seorang warga mengatakan “jika Mulyono menunjukkan sapi milik orang lain yang ada di lingkungan tersebut sehingga dia bebas melenggang sampai saat ini.

“Sejak diserahkan pemerintah dan hingga sekarang yang mengelola Mulyono,. Kami para anggota tidak mendapatkan apa-apa,” ujar salah satu anggota Poktan Tunas Harapan II sembari mewanti agar identitasnya di rahasiakan, baru-baru ini.

Lebih jauh sumber ini membeberkan, bantuan sapi yang sebelumnya sebanyak 15 ekor tersebut saat ini hanya tersisa sebanyak 2 ekor. “Kalau ndak percaya, silahkan dicek mas, ada berapa sisanya saat ini,” tambahnya lagi.

Dugaan penggelapan bantuan sapi tersebut dibenarkan Ketua Poktan Tunas Harapan II desa setempat, Mulyono. “Ya memang benar mas.! terakhir saya jual sebanyak empat ekor dan saya bicara jujur apa adanya,” terang Mulyono, kepada awak media, pada Jum’at (15/3/2024)
Mulyono mengaku sengaja menjual sapi tersebut selain untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari juga untuk membantu biaya pengobatan saudara perempuannya yang kala itu menderita penyakit dalam dan hendak menjalani operasi pada tahun 2022 lalu.

“Mau gimana lagi mas., satu-satunya jalan terpaksa saya harus menjual sapi bantuan tersebut,” ucap Mulyono tanpa berdosa.

Pewarta: Liantara76
Editor: Redaksi
Copyright mediapress ©2024

Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *