Home » Jalan di Karimunjawa Tidak Seindah Pesonamu Sebagai Gerbang Wisata Jepara

Jalan di Karimunjawa Tidak Seindah Pesonamu Sebagai Gerbang Wisata Jepara

JEPARA – mediaperss.com – Karimunjawa dikenal sebagai daerah Wisata yang mengandalkan pesona keindahan alam, Terutama wisata baharinya. Yang telah diakui oleh wisatawan lokal maupun turis-turis manca Negara, bahkan keindahan Pantai dan Lautnya bisa dikatakan sebagai Bali Ke dua juga sudah di nobatkan sebagai daerah kawasan Taman Nasional, Tapi sayangnya tidak di dukung dengan Akses jalan yang baik jauh dari kata Nyaman 16/04/2024.

Hal itu kerap di keluhkan oleh para wisatawan yang berkujung ke daerah wisata andalan nomor satu di kabupaten Jepara tersebut. Pasalnya kerap kali para wisatawan merasa tidak nyaman saat melakukan tour darat di tempat-tempat wisata yang yang jadi icon seperti, Pantai Ujung Gelam, Tracking Mangrove atau tempat indah lainnya di karimunjawa.

Karena askes jalannya yang sudah rusak parah, apalagi kalau sudah masuk musim penghujan, banyak wisatawan maupun warga yang menjadi korban jalan berlubang, yang tak terlihat karena tergenang air. Seperti yang pernah di alami oleh Gufron warga kemujan, Karimunjawa, saat si temui Awak media.

Waktu itu Gufron hendak menghadiri acara resepsi ditempat saudaranya, saat melewati Jalan dikawasan wisata Tracking Hutan Mangrove desa Kemujan, Kecamatan Karimunjawa, dia terjatuh akibat terperosok dijalan berlubang yang tak terlihat karena tergenang air. Alhasil dia harus kembali pulang dengan baju basah kuyub bahkan harus menahan rasa sakit atas Cideranya akibat terjatuh.

“Waktu itu saya hendak pergi menghadiri acara resepsi ditempat Saudara, pastinya dengan stelan pakaian rapi (mlitit), Saya terperosok di jalan berlubang yang tak terlihat karena tergenang air, Saat melintas dijalan kawasan Wisata Hutan Manggrove. Alhasil saya harus pulang balik rumah dengan keadaan baju basah dan tubuh penuh luka,”tutur Gufron.

Kejadian serupa juga pernah dialami oleh Julia George wisatawan mancanegara asal Jerman yang menginap di Penginapan Asari Timo Cottage Desa Kemujan. Waktu itu dia ( rad Julia) selesai berkunjung dari pantai ujung Gelam dan kembali ke penginapan, dia terperosok di jalan yang rusak disekitar kawasan hutan mangrove, Untungnya tidak mengalami cidera yang serius,”Kata pemilik penginapan yang ditempati turis tersebut.

“Tamu saya dulu juga pernah terjatuh di jalan kawasan wisata Hutan Mangrove situ pak, sore itu dia habis berkunjung dari pantai Ujung Gelam, kembali menuju penginapan. Tiba-tiba terjatuh saat melintas dijalan rusak yang tak terlihat karena tergenang air” Ungkap Ima pemilik penginapan.

Saat dimintai keterangan oleh awak media, Petinggi Desa Kemujan, Mas’ud Dwi Wijayanto membenarkan. Kejadian-kejadian tersebut kerap kali terjadi karena faktor jalan yang menurutnya sudah sangat memperhatikan.

Dia berharap (red Mas,ud) pemerintah segera melakukan percepatan pembangunan ruas jalan Provinsi maupun ruas jalan kabupaten yang melintas diwilayahnya, Karena sudah lebih dari puluhan tahun lalu belom ada lagi perbaikan Jalan total sampai sekarang, paling sebatas tambal sulam saja itupun tidak bertahan lama karena kualitasnya.

“Kami harap agar percepatan pembangunan Jalan segera di laksanakan, karena jalan sudah tidak nyaman untuk dilalui,” tambah Mas’ud.

Seperti ruas jalan Kabupaten, yang berada disebelah Barat lapangan batulawang, Desa Kemujan, Karimunjawa, ini pun sudah puluh-puluhan tahun lalu tidak pernah ada maintenance atau perawatan apalagi Pembangunan Jalan total ulang dari pemerintah. Pungkas Dia

Wartawan : Ys/Jpr
Editor : Redaksi
copyright mediaperss © 2024

Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *