Home » Museum Rekor Muri Kembali Mencatat 7.857 Perempuan Berkebaya Jepara Minum dan Menyeduh Kopi Secara Bersamaan

Museum Rekor Muri Kembali Mencatat 7.857 Perempuan Berkebaya Jepara Minum dan Menyeduh Kopi Secara Bersamaan

JEPARA – Kembali pecahkan Pencatatkan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (Muri) 7.857 perempuan berkebaya Secara bersamaan menyeduh dan minum kopi yang bertempat dan di gelar di area wisata Pantai Tirto Samudera Bandengan Minggu (12/5- 2024).

Sebagian besar peserta berasal dari jajaran Disdikpora yang mengerahkan guru dan siswa. Disamping itu juga ada peserta dari Puskesmas, Kecamatan, Desa, OPD Setda Jepara dan masyarakat umum juga mendominasi

Hadir dalam.acara tersebut Kapolda Jateng Irjen Ahmad Lutfhi, Pj Bupati Jepara Edy Supriyanta dan semua kepala dinas atau Forkopimda Jepara.

Masyarakat yang begitu antusias memadati lokasi acara sehingga menyulitkan MURI untuk melakukan penghitungan.

Antusias Warga minum kopi
Antusias Warga minum kopi (photo YS/mediaperss)

Ribuan warga yang datang hampir dari seluruh Desa di Jepara, mulai dari mahasiswi, Remaja putri, sampai siswi sekolah pun ikut partisipasi.

Diluar Dugaan Keterbatasan meja Penyaji tempat cup atau gelas untuk penyeduhan kopi juga menjadi persoalan atau saking membludak nya pengunjung.

Even ini menurut Kadis Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Zamroni Listiaza ini murni tidak menggunakan dana APBD Jepara sama sekali,namun Kopi kita dapatkan kopi sumbangan dari 20 Desa, ada yang 10 kg, ada yang 5 kg, bahkan ada juga Desa yang mengirim 2 kg saja,” ucap koordinator acara MURI

Secara umum, gelaran acara ini berlangsung benar benar sangat meriah dan di luar expektasi kita lihat saja, masyarakat menyambut nya dengan penuh semangat,” ujarnya Zamroni usai menerima penghargaan MURI.

Ribuan Warga dari berbagai kalangan menghadiri acara rekor MURI Minum kopi serentak ( (photo YS/mediaperss)

Zamroni menjelaskan, potensi kopi Jepara yang tersebar di sekitar 13 desa cukup besar. “Untuk kopi Arabika, pada tahun 2023 kita memiliki luas lahan 10,2 ha dengan produksi 4,80 ton dan kopi Rubusta 1.865 ha yang mampu menghasilkan 1.272 ton. Ini potensi yang luar biasa karena harga kopi saat ini terus meningkat tajam,” tutupnya.

 

yh/Jpr

Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *